Postingan

Perjalan Singkat Mahasiswa Muslim di Taiwan

Gambar
  *Zulham Al-Hazmi Oktasela* Mendengar kata “Taiwan” mungkin sudah tak asing lagi bagi kebanyakan orang. Namun mayoritas masyarakat Indonesia pada umumnya akan menilai bahwasanya Taiwan negara tempat di mana Warga Negara Indonesia (WNI) mengais rezeki. Fakta membuktikan, lebih dari dua juta WNI berada di Negeri yang terkenal dengan istilah “Formosa” tersebut, sehingga tak sulit menemukan WNI di negara ini. Tak hanya sebagai pekerja, sebagian juga berstatus mahasiswa maupun sekadar turis. Meski banyak mahasiswa asal Indonesia di Taiwan, namun tak sedikit orang beranggapan bahwa pilihan universitas di sana bukanlah yang terbaik. Bahkan beberapa menyayangkan para   mahasiswa Taiwan yang tak mencari beasiswa ke negara tersohor, semisal negara-negara Eropa, Amerika maupun Australia. Padahal menurut Quacquarelli Symonds World Universities Ranking (QS-WUR), menerangkan bahwa beberapa universitas di Taiwan masuk dalam kategori universitas terbaik di Asia, meski belum menca...

Ayat-Ayat Bumi, dari Refleksi hingga Konservasi

Gambar
  Khalilah Nur ‘Azmy Bulan lalu saya berkesempatan mengunjungi Bumi Langit, sebuah tempat “Belajar” pentingnya saling hidup antara manusia dan alam. Saya mengenal Bumi Langit dari film Semesta, sebuah film dokumenter tentang lingkungan yang membingkai 7 sosok di 7 provinsi Indonesia. Mereka bergerak memperlambat perubahan iklim dengan merawat alam Indonesia atas dorongan agama, kepercayaan, dan budaya masing-masing. Bisa ditebak, salah satu di antara 7 sosok tersebut adalah pendiri Bumi Langit, Iskandar Waworunto. Bumi Langit menawarkan beragam hal menarik, di antaranya kursus permakultur, ladang organik, dan tentu saja wisata kuliner yang menarik dengan konsep organik serta pemandangan khas pegunungan Yogyakarta. Hal terakhir inilah membuat saya sukses mengajak ke dua teman saya, Safrida dan Jagadhita serta mendapat tumpangan gratis untuk menempuh perjalanan kurang lebih satu jam ke Lereng Timur kota Yogyakarta.     Sesampainya di Bumi Langit, perjalanan jauh ...

Dampak Fanatik Beragama Tanpa Landasan Ilmu

Gambar
Alfiyan Paramudita, M.Pd alfiyanparamudita43557@gmail.com   T opik yang kontrovesial ini sangat menarik diperbincangkan, penulis akan mengupasnya dari ranah ibadah, yaitu esensi ibadah itu sendiri . Pada tiga tahun terakhir ini sebagian besar masyarakat Indonesia menggaungkan kata hijrah dalam media sosial bahkan dalam keseharian sekalipun, puncaknya sukses tersulut sebelum pilpres 2019. Hal yang masih hangat diperbincangkan adalah kue klepon yang disebut tidak islami. A pakah semua ini terjadi by design atau timbul di tengah-tengah masyarakat secara natural ? Penulis sengaja mencoba menggali maksud dari maraknya gaungan tersebut dengan melakukan  pemetaaan wilayah yang dominan mengakses intern e t atau menggunakan media social dengan pendekatan metode deskriptif. Mengapa penulis melakukan pemetaan wilayah? Karena di era revolusi industri 4.0 ini, media sosial merupakan tempat yang nyaman untuk men g g aung kan kata hijrah dan isu -isu kontroversial lainnya. Re...

Mala Nyata

Gambar
Oleh : Dewi Sholeha Maisaroh   Sendu, dangkal, lirih, cibiran Rajut asa jadi bayangan bak bualan Sulit menggapai hanya karena cercaan Mendengar ocehan berbelok tak terarahkan   Miris… Jasadnya menangis, pikiran menepis, hati teriris Lontarkan rucahan sembari meringis Menghina jiwa tak berdosa sangatlah ironis   Wahai kau makhluk yang mengaku sempurna Tak ayal jika kau banyak tertawa ketimbang merasa Sudikah kau jika bertukar hidup dengannya Yang kau cela karena kekurangan raganya   Ke mana hatimu? Mintalah ampun pada Tuhanmu Jika suatu hari ejekan itu kembali padamu Siapkah kau menanggung malu?